Nandagokula https://nandagokula.hostzyro.com Kaleyonde Kula Fri, 27 Mar 2026 14:14:55 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 PGRI dan Makna Kebersamaan yang Sebenarnya https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-dan-makna-kebersamaan-yang-sebenarnya/ https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-dan-makna-kebersamaan-yang-sebenarnya/#respond Thu, 19 Mar 2026 05:52:46 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=3652 Makna kebersamaan dalam PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) di tahun 2026 bukan sekadar berkumpul dalam rapat rutin atau mengenakan seragam yang sama. Kebersamaan yang sebenarnya adalah Unifikasi Tanpa Sekat, di mana setiap pendidik—baik ASN, P3K, maupun Honorer—merasakan kedaulatan yang sama, perlindungan yang setara, dan kemajuan teknologi yang merata.

Melalui struktur yang kokoh hingga ke unit Ranting di sekolah, PGRI mengonversi semangat gotong royong menjadi kekuatan nyata di bidang hukum, teknologi, dan kesejahteraan.


1. Kebersamaan sebagai Perisai Hukum (LKBH)

Makna kebersamaan yang paling mendalam adalah rasa aman. Di era transparansi digital ini, guru sering kali merasa rentan terhadap intimidasi atau kriminalisasi saat menjalankan tugas pendisiplinan.


2. Kebersamaan dalam Kedaulatan Digital (SLCC)

Di era kecerdasan buatan, kebersamaan berarti tidak ada satu pun rekan sejawat yang tertinggal oleh kemajuan zaman. Melalui Smart Learning and Character Center (SLCC), inovasi menjadi milik kolektif.


3. Matriks Dimensi Kebersamaan PGRI 2026

Dimensi Kebersamaan Instrumen Utama Dampak Nyata bagi Guru
Perlindungan LKBH PGRI Rasa aman dari kriminalisasi & intimidasi hukum.
Inovasi SLCC PGRI Efisiensi harian melalui otomatisasi digital.
Kesejahteraan Diplomasi Pengurus Besar Pengawalan status ASN/P3K & Tunjangan (TPG).
Etika & Marwah DKGI (Dewan Kehormatan) Penjagaan integritas & netralitas dari politik praktis.

4. Menghapus “Kasta” Administratif di Ruang Guru

Kebersamaan yang jujur adalah saat status kepegawaian tidak lagi menjadi pembatas solidaritas. PGRI memperjuangkan identitas tunggal: Guru Indonesia.

  • Rumah Bagi Semua: Di tingkat Ranting, tidak ada perbedaan perlakuan antara guru ASN, P3K, maupun Honorer. Semua adalah satu korps yang saling menjaga.

  • Diplomasi Keadilan: PGRI secara konsisten membawa aspirasi rekan-rekan P3K dan Honorer ke tingkat nasional untuk mendapatkan kepastian status dan hak finansial yang adil, memastikan tidak ada dedikasi yang terabaikan.


5. Menjaga Marwah melalui Independensi (DKGI)

Melalui Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI), kebersamaan PGRI didasari oleh integritas moral yang tinggi, menjaga wajah guru tetap terhormat di mata publik.

  • Netralitas Profesional: PGRI membentengi guru agar tetap fokus pada jalur pengabdian dan menjauhkan korps dari tarikan kepentingan politik praktis. Integritas inilah yang membangun kepercayaan publik (public trust) yang kuat.

  • Teladan Etika Digital: Guru didorong untuk menjadi kompas moral bagi generasi masa depan dalam menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.


Kesimpulan:

Makna kebersamaan PGRI yang sebenarnya adalah tentang “Mengamankan Hak melalui LKBH, Memodernisasi Alat melalui Inovasi, dan Menjaga Marwah melalui Persatuan”. Dengan solidaritas yang tidak terpecah, PGRI adalah nakhoda yang membawa seluruh guru Indonesia berdiri tegak menuju Indonesia Emas 2045.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-dan-makna-kebersamaan-yang-sebenarnya/feed/ 0
Mengapa PGRI Tetap Bertahan di Tengah Perubahan? https://nandagokula.hostzyro.com/mengapa-pgri-tetap-bertahan-di-tengah-perubahan/ https://nandagokula.hostzyro.com/mengapa-pgri-tetap-bertahan-di-tengah-perubahan/#respond Thu, 19 Mar 2026 05:51:56 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=3650 PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) tetap bertahan di tahun 2026 bukan karena ia statis, melainkan karena kemampuannya dalam melakukan adaptasi struktural dan digital yang menyentuh kebutuhan terdalam guru. Di tengah gempuran perubahan kebijakan dan disrupsi teknologi, PGRI tetap relevan karena ia memposisikan diri bukan sekadar sebagai organisasi birokrasi, melainkan sebagai ekosistem kedaulatan guru.

Berikut adalah alasan strategis mengapa PGRI tetap menjadi kekuatan utama bagi pendidik di Indonesia:


1. Menjawab Realita Keamanan: Perisai Hukum (LKBH)

Di era transparansi digital dan media sosial, guru menghadapi risiko tinggi terhadap intimidasi dan kriminalisasi. PGRI bertahan karena menyediakan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) yang nyata.


2. Menjawab Beban Kerja: Kedaulatan Digital (SLCC)

PGRI memahami bahwa musuh utama guru modern adalah kelelahan administratif. Melalui Smart Learning and Character Center (SLCC), PGRI bertransformasi menjadi pusat inovasi.

  • Otomatisasi Administrasi: Guru dilatih menggunakan teknologi sebagai asisten produktivitas untuk memangkas beban kerja manual (seperti penyusunan modul ajar atau analisis nilai).

  • Literasi Tanpa Batas: Dengan SLCC, guru di pelosok memiliki akses ke “Praktik Baik” yang sama dengan guru di kota besar, menghapus kesenjangan intelektual melalui semangat berbagi.


3. Matriks Ketahanan PGRI di Tengah Perubahan

Dimensi Perubahan Strategi Adaptasi PGRI Dampak Nyata bagi Guru
Disrupsi Teknologi Pengembangan SLCC Efisiensi administrasi melalui otomatisasi.
Risiko Hukum Penguatan LKBH Perlindungan dari kriminalisasi & intimidasi.
Kesejahteraan Diplomasi Pengurus Besar Pengawalan status ASN/P3K & TPG tepat waktu.
Etika Digital Penjagaan melalui DKGI Penjagaan marwah & netralitas profesi.

4. Unifikasi Ranting: Solidaritas Tanpa Sekat

PGRI tetap bertahan karena ia adalah satu-satunya rumah yang inklusif bagi semua status kepegawaian. Di unit Ranting (sekolah), PGRI menghapus diskriminasi administratif.

  • Identitas Tunggal: Di bawah naungan PGRI, tidak ada perbedaan antara guru ASN, P3K, maupun rekan-rekan Honorer. Semua adalah satu korps yang saling bahu-membahu.

  • Diplomasi Keadilan: PGRI secara konsisten membawa aspirasi keadilan status ke tingkat nasional, memastikan setiap dedikasi mendapatkan apresiasi yang setara dan layak.


5. Independensi Integritas (DKGI)

Melalui Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI), PGRI menjaga guru agar tetap menjadi sosok intelektual yang berwibawa di mata publik.

  • Netralitas Profesional: Di tengah dinamika politik, PGRI membentengi guru agar tetap fokus pada jalur pengabdian, menjaga kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap profesi guru tetap tinggi.

  • Kompas Moral: PGRI memberikan panduan bagaimana guru harus bersikap di dunia maya dan nyata, memastikan integritas profesi tetap luhur menuju Indonesia Emas 2045.


Kesimpulan:

PGRI tetap bertahan karena ia berhasil menyatukan tiga pilar fundamental: “Mengamankan Hak melalui LKBH, Memodernisasi Alat melalui SLCC, dan Menjaga Marwah melalui Persatuan”. Adaptasi inilah yang menjadikan PGRI tetap menjadi nakhoda yang relevan bagi seluruh guru Indonesia.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/mengapa-pgri-tetap-bertahan-di-tengah-perubahan/feed/ 0
PGRI dalam Perspektif Guru Sehari-hari https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-dalam-perspektif-guru-sehari-hari/ https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-dalam-perspektif-guru-sehari-hari/#respond Thu, 19 Mar 2026 05:51:06 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=3647 PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) di tahun 2026 bukan sekadar organisasi profesi dalam catatan birokrasi, melainkan denyut nadi yang memompa semangat, perlindungan, dan kemajuan ke setiap ruang kelas. Di tengah disrupsi teknologi dan dinamika kebijakan, PGRI menjadi pusat gravitasi yang menyatukan jutaan pendidik dalam satu frekuensi perjuangan yang sama.

Melalui sinergi struktur dari Pengurus Besar hingga unit Ranting di sekolah, PGRI mengonversi semangat gotong royong menjadi kekuatan nyata di bidang hukum, teknologi, dan kesejahteraan.


1. Denyut Perlindungan: Rasa Aman dalam Mendidik (LKBH)

Denyut nadi persatuan yang paling terasa adalah kepastian perlindungan. Melalui Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), PGRI memastikan tidak ada guru yang merasa sendirian saat menghadapi tantangan di lapangan.


2. Denyut Inovasi: Kedaulatan Digital melalui SLCC

Persatuan di PGRI berarti maju bersama dalam penguasaan teknologi. Melalui Smart Learning and Character Center (SLCC), organisasi memastikan teknologi mempermudah, bukan membebani.

  • Otomatisasi Administrasi: Guru dilatih memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai asisten produktivitas untuk memangkas beban kerja manual (seperti penyusunan RPP atau analisis nilai). Efisiensi ini mengembalikan “waktu emas” guru untuk fokus pada interaksi personal dengan siswa.

  • Pemerataan Kompetensi: SLCC menjadi wadah berbagi “Praktik Baik”, sehingga guru di daerah pelosok memiliki akses inovasi yang sama canggihnya dengan rekan-rekan di kota besar.


3. Matriks Sinergi: PGRI sebagai Ekosistem Pendukung

Dimensi Peran Instrumen Utama Dampak Nyata bagi Guru
Keamanan LKBH PGRI Perlindungan dari kriminalisasi & intimidasi hukum.
Efisiensi SLCC PGRI Pengurangan beban administrasi melalui otomatisasi.
Kesejahteraan Diplomasi Pusat Pengawalan status ASN/P3K & Tunjangan tepat waktu.
Integritas DKGI (Dewan Kehormatan) Penjagaan marwah & netralitas dari politik praktis.

4. Unifikasi Ranting: Solidaritas Tanpa Sekat Administratif

Denyut nadi persatuan PGRI terlihat jelas dalam upaya menghapus “kasta” administratif di ruang guru. Di tingkat Ranting, semua adalah satu identitas: Guru Indonesia.

  • Rumah bagi Semua: Tidak ada perbedaan perlakuan antara guru ASN, P3K, maupun rekan-rekan Honorer. Semua adalah satu korps yang saling menjaga dan mendukung dalam suka maupun duka.

  • Diplomasi Keadilan: PGRI secara konsisten membawa aspirasi keadilan status ke tingkat nasional, memastikan setiap dedikasi mendapatkan apresiasi yang layak dan setara tanpa melihat perbedaan status kepegawaian.


5. Menjaga Marwah melalui Independensi (DKGI)

Melalui Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI), PGRI memastikan denyut persatuan ini didasari oleh integritas moral yang tinggi, menjaga wajah guru tetap terhormat di mata publik.

  • Netralitas Profesional: PGRI membentengi guru dari tarikan kepentingan politik praktis, menjaga agar fokus tetap pada pengabdian. Integritas inilah yang membangun kepercayaan publik (public trust) yang kuat.

  • Teladan Etika Digital: Guru didorong untuk menjadi kompas moral bagi generasi masa depan dalam menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.


Kesimpulan:

PGRI sebagai denyut nadi persatuan adalah tentang “Mengamankan Hak melalui LKBH, Memodernisasi Alat melalui Inovasi, dan Menjaga Marwah melalui Persatuan”. Dengan solidaritas yang solid, PGRI adalah nakhoda yang membawa seluruh guru Indonesia berdiri tegak menuju Indonesia Emas 2045.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-dalam-perspektif-guru-sehari-hari/feed/ 0
PGRI sebagai Denyut Nadi Persatuan Pendidik https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-sebagai-denyut-nadi-persatuan-pendidik/ https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-sebagai-denyut-nadi-persatuan-pendidik/#respond Thu, 19 Mar 2026 05:50:04 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=3645 PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) di tahun 2026 bukan sekadar organisasi profesi dalam catatan birokrasi, melainkan denyut nadi yang memompa semangat, perlindungan, dan kemajuan ke setiap ruang kelas di seluruh pelosok negeri. Di tengah disrupsi teknologi dan dinamika kebijakan, PGRI menjadi pusat gravitasi yang menyatukan jutaan pendidik dalam satu frekuensi perjuangan yang sama.

Melalui sinergi struktur dari Pengurus Besar hingga unit Ranting di sekolah, PGRI mengonversi semangat gotong royong menjadi kekuatan nyata di bidang hukum, teknologi, dan kesejahteraan.


1. Denyut Perlindungan: Rasa Aman dalam Mendidik (LKBH)

Denyut nadi persatuan yang paling terasa adalah kepastian perlindungan. Melalui Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), PGRI memastikan tidak ada guru yang merasa sendirian saat menghadapi tantangan di lapangan.


2. Denyut Inovasi: Kedaulatan Digital melalui SLCC

Persatuan di PGRI berarti maju bersama dalam penguasaan teknologi. Melalui Smart Learning and Character Center (SLCC), organisasi memastikan teknologi mempermudah, bukan membebani.

  • Otomatisasi Administrasi: Guru dilatih memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai asisten produktivitas untuk memangkas beban kerja manual (seperti penyusunan RPP atau analisis nilai). Efisiensi ini mengembalikan “waktu emas” guru untuk fokus pada interaksi personal dengan siswa.

  • Pemerataan Kompetensi: SLCC menjadi wadah berbagi “Praktik Baik”, sehingga guru di daerah 3T memiliki akses inovasi yang sama canggihnya dengan rekan-rekan di kota besar.


3. Matriks Sinergi: PGRI sebagai Ekosistem Pendukung

Dimensi Peran Instrumen Utama Dampak Nyata bagi Guru
Keamanan LKBH PGRI Perlindungan dari kriminalisasi & intimidasi hukum.
Efisiensi SLCC PGRI Pengurangan beban administrasi melalui otomatisasi.
Kesejahteraan Diplomasi Pusat Pengawalan status ASN/P3K & Tunjangan tepat waktu.
Integritas DKGI (Dewan Kehormatan) Penjagaan marwah & netralitas dari politik praktis.

4. Unifikasi Ranting: Solidaritas Tanpa Sekat Administratif

Denyut nadi persatuan PGRI terlihat jelas dalam upaya menghapus “kasta” administratif di ruang guru. Di tingkat Ranting, semua adalah satu identitas: Guru Indonesia.

  • Rumah bagi Semua: Tidak ada perbedaan perlakuan antara guru ASN, P3K, maupun rekan-rekan Honorer. Semua adalah satu korps yang saling menjaga dan mendukung dalam suka maupun duka.

  • Diplomasi Keadilan: PGRI secara konsisten membawa aspirasi keadilan status ke tingkat nasional, memastikan setiap dedikasi mendapatkan apresiasi yang layak dan setara tanpa melihat perbedaan status kepegawaian.


5. Menjaga Marwah melalui Independensi (DKGI)

Melalui Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI), PGRI memastikan denyut persatuan ini didasari oleh integritas moral yang tinggi, menjaga wajah guru tetap terhormat di mata publik.

  • Netralitas Profesional: PGRI membentengi guru dari tarikan kepentingan politik praktis, menjaga agar fokus tetap pada pengabdian. Integritas inilah yang membangun kepercayaan publik (public trust) yang kuat.

  • Teladan Etika Digital: Guru didorong untuk menjadi kompas moral bagi generasi masa depan dalam menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.


Kesimpulan:

PGRI sebagai denyut nadi persatuan adalah tentang “Mengamankan Hak melalui LKBH, Memodernisasi Alat melalui Inovasi, dan Menjaga Marwah melalui Persatuan”. Dengan solidaritas yang solid, PGRI adalah nakhoda yang membawa seluruh guru Indonesia berdiri tegak menuju Indonesia Emas 2045.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-sebagai-denyut-nadi-persatuan-pendidik/feed/ 0
PGRI sebagai Penopang Keberlanjutan Profesi Guru https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-sebagai-penopang-keberlanjutan-profesi-guru/ https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-sebagai-penopang-keberlanjutan-profesi-guru/#respond Thu, 12 Feb 2026 03:54:06 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=3626 Dalam ekosistem pendidikan Indonesia, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan struktur penopang (support system) yang menjamin bahwa profesi guru tidak runtuh diterjang perubahan zaman. Keberlanjutan profesi berarti guru tetap memiliki martabat, keamanan, dan relevansi di masa depan.

Berikut adalah peran strategis PGRI dalam menopang keberlanjutan profesi guru:


1. Penopang Keamanan: Perlindungan Hukum yang Berkelanjutan

Profesi guru akan kehilangan keberlanjutannya jika para pendidik merasa takut untuk mendidik.

2. Penopang Kompetensi: Relevansi di Era Digital

Agar profesi guru terus berlanjut di tengah gempuran AI dan digitalisasi, guru harus tetap relevan.


3. Penopang Kesejahteraan: Jaminan Ekonomi Profesi

Keberlanjutan profesi sangat bergantung pada kelayakan hidup pelakunya.

4. Penopang Moral dan Etika: Menjaga Marwah Profesi

Sebuah profesi hanya akan berkelanjutan jika dipercaya oleh masyarakat.

  • DKGI (Dewan Kehormatan Guru Indonesia): PGRI menata etika profesi melalui DKGI. Dengan menindak pelanggaran etik dan menjaga standar perilaku, PGRI memastikan kepercayaan publik terhadap guru tetap tinggi.

  • Budaya Solidaritas: Semboyan “Satu Rasa, Satu Jiwa” memastikan adanya dukungan emosional antar-guru, mencegah fenomena burnout (kelelahan mental) yang sering membuat guru ingin berhenti dari profesinya.


Tabel: Transformasi Keberlanjutan Profesi via PGRI

Aspek Keberlanjutan Risiko Tanpa Penopang Solusi Penopang PGRI
Hukum Guru takut mendidik karena ancaman hukum. Perlindungan hukum aktif lewat LKBH.
Karier Stagnasi karena sulitnya administrasi. Pendampingan KTI dan kenaikan pangkat.
Ekonomi Profesi guru ditinggalkan karena rendahnya upah. Advokasi status ASN/PPPK dan TPG.
Teknologi Guru tergantikan oleh platform digital/AI. Adaptasi teknologi humanis via SLCC.

Kesimpulan:

PGRI adalah napas panjang bagi profesi guru. Sebagai penopang, PGRI memastikan bahwa profesi guru di Indonesia memiliki daya tahan (resilience) terhadap perubahan politik, ekonomi, maupun teknologi. Dengan menjadi anggota PGRI, seorang guru tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi ikut membangun fondasi agar profesi guru tetap mulia di masa depan.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-sebagai-penopang-keberlanjutan-profesi-guru/feed/ 0
PGRI dalam Konstelasi Kebijakan Pendidikan Nasional https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-dalam-konstelasi-kebijakan-pendidikan-nasional/ https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-dalam-konstelasi-kebijakan-pendidikan-nasional/#respond Thu, 12 Feb 2026 03:52:41 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=3624 Dalam dunia pendidikan yang sering kali diwarnai oleh perubahan kurikulum, pergantian pimpinan, dan disrupsi teknologi, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) berdiri kokoh sebagai pilar konsistensi. PGRI memastikan bahwa meskipun metode dan medianya berubah, nilai-nilai dasar dan martabat dunia mengajar tetap terjaga pada jalurnya.

Berikut adalah peran PGRI dalam menjaga konsistensi dunia mengajar di Indonesia:


1. Konsistensi Nilai: Menjaga “Ruh” Pendidik

Di tengah tekanan digitalisasi, PGRI memastikan bahwa profesi mengajar tidak berubah menjadi sekadar operator teknis.

2. Konsistensi Perlindungan: Menjamin Keamanan Profesi

Dunia mengajar membutuhkan stabilitas hukum agar guru berani melakukan inovasi dan pendisiplinan.


3. Konsistensi Kompetensi: Belajar Sepanjang Hayat

PGRI memastikan pengembangan kapasitas guru tidak bersifat musiman atau hanya saat ada program pemerintah.

4. Konsistensi Organisasi: Pengawal Kebijakan Nasional

PGRI bertindak sebagai pengingat bagi pemerintah agar tidak terjadi “ganti menteri, ganti kebijakan” yang merugikan akar rumput.

  • Penjaga Kontinuitas: PGRI mengawal agar setiap kebijakan baru tetap berpijak pada keberhasilan kebijakan sebelumnya, memastikan tidak ada energi yang terbuang sia-sia akibat perubahan yang terlalu radikal tanpa evaluasi matang.

  • Satu Komando: Struktur PGRI yang solid dari pusat hingga daerah menjamin bahwa suara guru tetap koheren dan konsisten dalam menuntut keadilan pendidikan.


Tabel: Peran PGRI dalam Menjaga Konsistensi

Aspek Pendidikan Potensi Ketidakkonsistenan Pilar Konsistensi PGRI
Metode Ajar Berganti-ganti nama kurikulum. Fokus pada substansi interaksi guru-murid.
Kesejahteraan Anggaran yang fluktuatif. Pengawalan regulasi tunjangan profesi (TPG).
Keamanan Intimidasi dari pihak luar/hukum. Perlindungan hukum tetap via LKBH.
Status Guru Perubahan skema rekrutmen. Konsisten memperjuangkan kejelasan status ASN/PPPK.

Kesimpulan:

Sebagai pilar konsistensi, PGRI memastikan bahwa kapal besar pendidikan Indonesia memiliki jangkar yang kuat. Dengan adanya PGRI, dunia mengajar di Indonesia tetap memiliki kehormatan, keamanan, dan standar yang terjaga, sehingga guru dapat fokus pada tugas mulianya: mendidik karakter bangsa.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/pgri-dalam-konstelasi-kebijakan-pendidikan-nasional/feed/ 0
Natyanjali https://nandagokula.hostzyro.com/natyanjali/ https://nandagokula.hostzyro.com/natyanjali/#respond Mon, 17 Jul 2023 10:11:10 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=2784 An upcoming event exclusively programmed for the Youth.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/natyanjali/feed/ 0
Dhrupad https://nandagokula.hostzyro.com/dhrupad/ https://nandagokula.hostzyro.com/dhrupad/#respond Mon, 17 Jul 2023 06:29:37 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=2758 An upcoming event exclusively programmed for the Youth.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/dhrupad/feed/ 0
ENSEMBLE.. The Journey that’s worthwhile https://nandagokula.hostzyro.com/ensemble-the-journey-thats-worthwhile/ https://nandagokula.hostzyro.com/ensemble-the-journey-thats-worthwhile/#respond Fri, 16 Jun 2023 11:29:33 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=576

Arehole Prathishtana organized 3 days work shop, ENSEMBLE, the Journey that’s worthwhile from December 22-25, 2020. The work shop was on Contemporary and theatre and Mr.Prashanth dyavar was the resource person. Total of 20 artists of Nandagokula were participated in te work shop. On 25th December, cultural fest was organized on the occasion of valedictory ceremony and Mr.Raviraj HP (Theatre director, udupi), Mr.Sudhakar Byndoor (Director, Surabhi, Byndoor and theatre artist), Mr.Prathap Hegde Marali (Member, ZP of Mandarthi) were the guests and Mr.Prashanth Udyavar was honored during the ceremony. Later, artists of Nandagokula performed NRUTHYARADHANE(Dances) and the 12 year old Yakshagana Artist Thulasi Hegde performed EKAVYAKTHI yakshagana, Vande Pramanandam. Kolagi Keshav Hegde, VIgnesh Gowda Shankar Bhagwath were the background artists.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/ensemble-the-journey-thats-worthwhile/feed/ 0
Nandagokula Deepavali Celebration https://nandagokula.hostzyro.com/nandagokula-deepavali-celebration/ https://nandagokula.hostzyro.com/nandagokula-deepavali-celebration/#respond Fri, 16 Jun 2023 11:26:56 +0000 https://nandagokula.hostzyro.com/?p=568 The team, Nandagokula and its family members celebrated Deepavali celebration on 29th November 2020 at Paduva College auditorium in association with Paduva Ranga Adhyayana Kendra and Asthithva. The Honarary president of Arehole Prathishtana Mr.Harikrishna Punaroor was the president of the event and honorary advisor Mr. K C Prabhu, Rev.Fr.Alwys Serao, principal of Paduva College were the guests. Mrs. Soumya Sudhindra Rao, eminent dancer and dance teacher, inaugurated the celebration. Mr.Arush Shetty, young Yakshagana Artist, was conferred the annual award of Nandagokula Deepavali Puraskar for his achievement in the field of Yakshagana. Several cultural activities from Team Nandagokula was performed.

]]>
https://nandagokula.hostzyro.com/nandagokula-deepavali-celebration/feed/ 0